Penelusuran lengkap sejarah Pertikaian Sampit, Asal Mula kerusuhan Sampit[4-habis]

Posted: February 18, 2010 in Sejarah Lokal

B.LANGKAH-LANGKAH YANG TELAH DILAKUKAN PEMDA DAN
APARAT KEAMANAN

1.Menerjunkan satuan pengamanan dari POLRI dan TNI ke lokasi kerusuhan.

2.Melakukan tindakan persuasif dan preventif terhadap kelompok yang bertikai untuk mengantisipasi
berkembangnya kerusuhan yang lebih meluas.

3.Mengadakan evakuasi para pengungsi dari Sampit ke Surabaya maupun dari Palangka Raya ke Surabaya lewat
Banjarmasin.

4.Mengadakan koordinasi dengan instansi terkait, tokoh masyarakat dan tokoh agama guna mencegah berkembangnya pertikaian.

5. Melaksanakan patroli dan menempatkan pasukan pada tempat yang rawan pertikaian.

6.Memberikan bantuan bahan makanan dan obat-obatan kepada para pengungsi yang diperoleh dari berbagai
pihak.

7.Berusaha meredam dan menghentikan aksi pembakaran dan pengrusakan milik warga Suku Madura dengan cara
mengeluarkan pengumuman dan himbauan yang disampaikan media massa dan elektronik serta mobil keliling
secara kontinyu.

8.Melakukan optimalisasi Siskamling di 500 RT sekota Palangka Raya untuk mengadakan tindakan
preventif.

9.Mengadakan koordinasi secara intensif dengan MUSPIDA Propinsi Kalimantan Tengah dan instansi
terkait, maupun dengan MUSPIDA Kota Palangka Raya dan MUSPIDA Kabupaten Kotawaringin Timur beserta instansi terkait.

10.Mengikuti pertemuan Kerukunan Warga Kalimantan dengan tokoh Madura dan Gubernur Jawa Timur di Surabaya tanggal 3 Maret 2001.

C.PERMASALAHAN JANGKA PENDEK

1.Lokasi kerusuhan sifatnya terpencar pada wilayah yang luas sehingga agak menyulitkan bagi aparat keamanan untuk mengadakan tindakan preventif dan represif dengan kondisi tenaga yang terbatas.  

2.Masih ada sisa pengungsi yang belum dievakuasi.

3.Penanganan para pengungsi oleh Pemerintah Daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah dalam menerima evakuasi.

4.Kekhawatiran kemungkinan aksi pembalasan terhadap Warga Kalimantan Tengah yang berada di Jawa termasuk yang sedang menuntut ilmu terutama di Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

5.Keterbatasan dana untuk penanganan pengungsi dan upaya penyelesaian konflik serta pendataan harta benda milik para korban kerusuhan.

D.POKOK POKOK MASALAH YANG HARUS DITANGANI DALAM
JANGKA MENENGAH DAN PANJANG

1.Bahwa proses marginalisasi dan pemelaratan yang terjadi di Kalimantan Tengah, baik dari sisi ketidakadilan pemanfaatan sumberdaya alam dan Pembangunan Daerah, maupun ketidakadilan akan adanya perlindungan hak-hak hidup masyarakat telah ditambah oleh ketidakmampuan etnis Madura untuk memberikan toleransi terhadap hampir seluruh aspek kehidupan Suku Dayak Kalimantan Tengah.

2.Adanya arogansi budaya Suku Madura yang memandang remeh budaya lokal Suku Dayak, menimbulkan berbagai gesekan yang seluruhnya tidak pernah diselesaikan secara tuntas, baik oleh masyarakat maupun pemerintah. Akumulasi gesekan-gesekan tersebut menimbulk an perseteruan dan perkelahian massal yang membesar dan memuncak dari waktu ke waktu.

3.Kecenderungan Suku Madura membawa kenalan, sanak-keluarga, kerabat dan anggota masyarakat Madura ke Kalimantan Tengah yang kurang berpendidikan dan berlaku kriminal, tanpa melakukan seleksi terlebih dahulu, telah menyebabkan Kalimantan Tengah menerima warga Suku Madura yang potensial dan banyak melakukan hal-hal yang tidak toleran terhadap hampir seluruh aspek kehidupan Suku Dayak.

4.Hal-hal tersebut telah membangkitkan kerugian yang tidak terhingga bagi Suku Dayak, baik dari segi moril, mau pun materil. Adanya hujatan bahwa Suku Dayak tidak beradab, tidak toleran, tidak berkemanusiaan dan lain-lain yang dilansir baik oleh perorangan mau pun media massa serta elektronik secara
luas, tanpa mempertimbangkan penderitaan berkepanjangan yang timbul dimasyarakat Suku Dayak akibat kerusuhan yang muncul dari adanya Suku Madura di Kalimantan Tengah.

5.Adanya kecenderungan pihak Suku Madura melindungi warganya yang berbuat jahat terhadap Suku Dayak, menyebabkan akumulasi kebencian yang merupakan masalah umum dan sosial dikalangan warga non Madura di
Kalimantan Tengah. IKAMA menjadi tempat untuk menyelamatkan warga Suku Madura yang berbuat jahat kepada warga non Madura.

6.Adanya upaya tokoh-tokoh Suku Madura mendorong peristiwa kerusuhan yang ada di Kalimantan Tengah hanya muncul dari sisi Suku Dayak, yaitu dengan merujuk akibat kerusuhan semata, tanpa memperhatikan
asal-muasal dan proses-proses yang mandahuluinya.

7.Terlihat pula upaya tokoh-tokoh Suku Madura mendorong masyarakat agama untuk berseteru satu dengan lainnya dengan mengatakan bahwa masalah di kota Sampit adalah pembasmian terhadap umat muslim.

8.Adanya pertimbangan yang naif dari tokoh-tokoh Madura dengan menelorkan ancaman-ancaman kepada para petinggi Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah untuk memaksakan kehendak mereka dalam penyelesaian
kerusuhan. Hal ini dilakukan tanpa mempertimbangkan bahwa Kalimantan Tengah menjadi korban kelalaian para tokoh-tokoh Suku Madura yang gagal membina warganya yang mencari kehidupan di Kalimantan Tengah.

9.Suku Dayak Kalimantan Tengah selama ini sangat toleran terhadap Suku Madura, sehingga pada beberapa keluarga Dayak, telah menerima anaknya menikah dengan Suku Madura.

E.SARAN PENANGANAN MASALAH ETNIS

1.Diperlukan upaya pengelolaan yang komprehensif masalah etnis di Kalimantan Tengah yang mencakup inventarisasi, rekonsiliasi, penyusunan strategi pembinaan dan pemeliharaan kondisi yang kondusif dalam masyarakat Kalimantan Tengah. Untuk itu diperlukan program khusus dan action plan yang terperinci yang disepakati bersama secara Nasional.

2. Diperlukan upaya mengetuk hati Pemerintah Pusat, bahwa masalah etnis bukan hanya terdapat di Kalimantan Tengah, melainkan juga menjadi masalah Nasional. Diperlukan upaya yang berimbang dalam penanganan etnis dengan menggalakkan berbagai bidang pembangunan di Daerah yang bertumpu kepada entitas masyarakat setempat sebelum memperluas cakupannya secara Nasional dengan melibatkan berbagai etnis / komunitas masyarakat lainnya. Masalah kependudukan dan lapangan kerja Nasional agar dimulai penyelesaiannya pada tingkat lokal, dimana partisipasi lokal dimaksimalkan sebelum melibatkan unsur-unsur lainnya yang bersifat menunjang secara Nasional. Diupayakan agar masalah Nasional jangan dibebankan pemecahannya secara partial kepada Daerah.

dari semua kronologi yang saya paparkan diatas dapat kita tarik kesimpulan akhir bahwa kerusuhan etnis (dayak dan madura) yang sering terjadi dibumi kalimantan khususnya dikarenakan kurang pekanya masyarakat dalam menanggapui masalah-masalah sosial yang terjadi.

Namun yang menjadi point utama yang harus disoroti ialah buruknya kinerja aparat keamanan (polisi) dalam menangani tindakan-tindakan kriminal yang kebetulan sering dilakukan oleh masyarakat pendatang (baca:madura), sehingga menyebabkan adanya “kecemburuan hukum” dimata masyarakat pribumi (baca : suku dayak) yang kebetulan sering menjadi korban.

selain kecemburuan hukum, faktor eksternal peneyebab pergesekan antar etnis ialah kecemburuan sosial yang menyergap masyarakat pribumi. hal ini dapat dikarenakan banyaknya warga pendatang yang menguasai sektor-sektor perdagangan sehingga tumbuh kecemburuan sosial dan ekonomi.
kecemburuan-kecemiburuan inilah yang menjadi “bahan bakar” yang dapat dimanfaatkan oleh “oknum-oknum” tertentu untuk membuat suasana kacau dan tidak kondusif yang tentunya tidak kita inginkan.

selain dua faktor diatas masyarakat pribumi juga sudah “muak” dengan sifatt-sifat dan kelakuan warga pendatang (Madura) yang selalu ingin menang sendiri, serta selalu memancing-mancing emosi warga pribumi yang sebenarnya tidak ingin diusik ketenangannya. tentunya kenyataan ini kontras dengan kultural religius dari masyarakat madura yang hampir semuanya memeluk agama islam. seharusnya sebagai seorang muslin sejati manusia hendaknya selalu membawa kebahagian dimana saja dia berada, karena hakekat manusia diciptakan oleh Allah SWT ialah sebagai Rahmatan Lil Alamin, yaitu sebagai pembawa rahmat dimuka bumi…

sejatinya kita sebagai manusia dimanapun kita berada hendaknya selalu menjunjung tinggi segala aturan hidup dan menjalankannya dengan rasa pamrih dan dalam bergaul tidak membedakan antara manusia satu dengan yang lain.

catatan penulis :
beberapa kalimat dalam kesimpulan ini saya tambahkan sesuai dengan pemikiran saya selama ini, karena saya sendiri berada ditengah-tengah kejadian saat konflik berlanjut, Alhamdulillah selama konflik penulis tidak pernah mengalami apa yang dialami oleh etnis madura, namun penulis juga miris bila mengingat peristiwa itu terjadi kembali. Penulis sangat berharap peristiwa serupa tidak terjadi dimanpun, dibelahan dunia manapun…..
cukup kami yang merasakannya dan tugas kita kedepan ialah membangun kota kelahiran kita tercinta SAMPIT dengan menjadikan ini semu sebagai pelajaran yang sangat berarti.

salam.,

he he ni buat refreshing :

rumah adat kita, he he saya belum pernah masuk…

    uluh itah

      lambang kota tercinta :

    plesiran diujung pandaran

    sambil plesiran makan bingka…

Comments
  1. suryaning elok says:

    bagus sekali tulisan ini, semoga saudara kita, orang-2 Madura membacanya. Di Jawa pun mereka arogan dan kasar sekali. Masjid-2 yg dikelola orang Madura menyuarakan salawat dll dengan SANGAT-2 keras, tidak peduli pagi, siang, malam. Kalau memanggil saat adzan saja ya nggak papa, memang memanngil. tapi ini terus-2 an, bukan saat adzan saja. Tidak peduli ada yg sakit, ada org tua, ada yg sedang sedih, ada yg butuh ketenangan, dll. Saya walaupun muslim sangat tidak setuju dengan cara ini. Seperti tidak tahu kesopanan sama sekali!!. mudah-2an ada saudara kita org Madura yg baca ini.

    • kita orang indonesia says:

      saya menghormati buah pemikiran anda..
      termasuk komentar diatas..

      hanya saja,dengan telah berlalunya permasalahan tersebut 9 tahun yang lalu, bukankah seyogyanya kita dapat berpikir dan berpendapat dengan lebih jernih. tidak lagi provokatif..
      permasalahan serupa yang terjadi di sebagian wilayah Indonesia, tidak mencerinkan bahwa satu suku bangsa di bawah atau bahkan di atas suku bangsa lainnya..
      tentunya apabila..semua pihak yang berkompeten..memberi pengertian yang baik,kejadian-kejadian serupa dapat dihindari..

      salam indonesia!

      • triasmara says:

        setuju sekali dengan pendapat anda. saya sangat tidak mengharapkan kejadian seperti ini terulang kembali, sangat memilukan. pihak aparat pemerintah dan keamanan harus jeli melihat gejolak yang terjadi ditengah-tengah masyarakat kita, sehingga dapat dengan cepat meredam segala aksi anarkis dan main hakim sendiri.

        salam.

  2. Pengawal NKRI says:

    Bersatulah Indonesia!

    Jangan merasa paling benar,
    Bersikap toleransi dan saling menghargai
    Hilangkan rasa benci terhadap sesama manusia
    lebih-lebih kepada sesama anak bangsa.
    Jangan mudah terprovokasi apalagi jadi provokator……
    Bangsa Indonesia adalah bangsa yang BESAR dan BERMARTABAT
    Ada yang khawatir dengan Kebesaran Indonesia
    Ada yang tidak suka jika Indonesia menjadi BESAR dan KUAT
    Waspadalah dengan provokasi yang akan mencerai beraikan NKRI ini
    Bersatulah Masyarakat Indonesia
    Pemerintah kita sangat lemah tidak bisa diharapkan
    Karena itu OI bersatulah
    Salam Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s