Archive for the ‘Sejarah Lokal’ Category

Kata-kata itu diucapkan Syaer Sua, seniman Dayak Ngaju, saat ditemui di tempat tinggalnya di Desa Tumbang Manggu, Kecamatan Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada Juni lalu. Impian melestarikan seni budaya itulah yang menggerakkan Syaer Sua membangun dua huma (rumah) betang tahun 2002-2008. Untuk mewujudkannya, pria bernama lengkap Syaer Sua U Rangka ini mendirikan bangunan [...]

vuvuzela adalah sejenis alat musik tiup berbentuk seperti tanduk yang panjangnya sekitar 1 meter. Alat musik ini umum dipakai para suporter sepakbola di afrika selatan untuk mendukung tim kesebelasannya bermain. Tingkat kebisingan suara vuvuzela bisa mencapai 130 db (menyebabkan gendang telinga pecah) Awalnya dia buatnya dari terompet sepeda yg dilepas karetnya trus ditiup (yg suka [...]

Mengenal Suku Dayak

Posted: June 10, 2010 in Sejarah Lokal

Suku Dayak adalah suku asli Kalimantan yang hidup berkelompok yang tinggal di pedalaman, di gunung, dan sebagainya. Kata Dayak itu sendiri sebenarnya diberikan oleh orang-orang Melayu yang datang ke Kalimantan. Orang-orang Dayak sendiri sebenarnya keberatan memakai nama Dayak, sebab lebih diartikan agak negatif. Padahal, semboyan orang Dayak adalah “Menteng Ueh Mamut”, yang berarti seseorang yang [...]

B.LANGKAH-LANGKAH YANG TELAH DILAKUKAN PEMDA DAN APARAT KEAMANAN 1.Menerjunkan satuan pengamanan dari POLRI dan TNI ke lokasi kerusuhan. 2.Melakukan tindakan persuasif dan preventif terhadap kelompok yang bertikai untuk mengantisipasi berkembangnya kerusuhan yang lebih meluas. 3.Mengadakan evakuasi para pengungsi dari Sampit ke Surabaya maupun dari Palangka Raya ke Surabaya lewat Banjarmasin. 4.Mengadakan koordinasi dengan instansi terkait, [...]

a Pkl. 08.30 WIB diadakan pertemuan antara DANREM 102/PP, KAPOLDA dan Wakil Gubernur dan MUSPIDA Kabupaten Kotawaringin Timur dengan tokoh masyarakat di Sampit ( Tokoh Dayak, Madura dan Tokoh Masyarakat Sampit) untuk mengupayakan penghentian pertikaian dan dilanjutkan dengan pemantauan ke lokasi pertikaian dengan mengadakan dialog dengan warga yang bertikai. 3. Tanggal 20 Februari 2001.